Showing posts with label Nur Azizah Mukarromah. Show all posts
Showing posts with label Nur Azizah Mukarromah. Show all posts
Minggu pagi seperti biasa aku bangun lebih siang dari hari-hari biasa. Pukul 06.00 aku baru membuka mata tapi belum berniat bangun dari tempat tidur. Aku melihat sekeliling kamarku penuh dengan kertas yang berserakan dan kulit kacang yang tersebar dimana-mana.

“ah pasti semalam aku kerja sangat keras sekali.” Kata ku dalam hati

Ku sibakkan selimut ku dan berusaha untuk bangkit dari tempat tidur. Saat aku bangun aku merasa kepala ku sangat pusing, pandangan mataku juga terasa kabur, dan perut ku terasa sakit dan mual.

Aku panik. Tidak biasanya aku seperti ini. Apa yang salah?

Lalu aku melihat ada kotak obat di samping kaki ku.

Aku ingat-ingat kembali, semalam magh ku memang kambuh dan aku meminum obat sakit magh yang berbentuk bulat dan berwarna hijau yang sangat familiar tersebut. Aku ingat stok ku hanya tinggal satu, maka dari itu semalam aku merasa sangat beruntung setelah melihat ada setablet obat magh yang masih tersisa.

Namun pagi ini aku melihat kembali kotak obat yang masih ada didekat ku, dan aku melihat obat magh ku tersebut masih utuh.

Seketika aku bingung, lalu semalam yang aku minum apa?
Ternyata dalam kotak obat ada sisa obat nyamuk bakar yang juga berwarna hijau, dan obat itu yang aku minum!

Seketika sadar aku langsung berteriak, “Mamaaaa aku salah minum obat.”

Satu rumah panik. Lalu segera membawa ku kerumah sakit. Disamping panik juga bingung kenapa semalam habis minum obat nyamuk tapi tidak mati?

Tapi terlepas dari itu keluarga ku tetap membawa ku kerumah sakit supaya aku tidak mati beneran sebelum terlambat.
Dalam kebersamaan pasti ada benih perbedaan
Dalam kedamaian pasti ada benih kekacaun
Dalam kerukunan pasti ada benih perpecahan

Hidup memang tidak selalu tentram
Pertentangan pasti ada dalam setiap golongan
Namun bukan berarti kita tidak bisa hidup berdampingan

Berbeda pilihan seharusnya bukan menjadi buah persoalan
Berbeda partai seharusnya bukan menjadi alasan untuk mencaci maki
Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan

Kekuatan untuk membangun negeri
Dengan terus bersinergi
Dan berjuang untuk NKRI

"Bermimpi lah yang besar, itu akan mendorong mu untuk bertindak dan melakukan hal-hal yang besar" kata bijak itulah yang menjadi prinsip dari seorang gadis yang bernama Nur Azizah Mukarromah.

Impian nya dahulu ingin menjadi sutradara film action. Menciptakan karya film yang penuh dengan ketegangan dan konflik yang menarik.

Namun setelah beranjak dewasa Azizah menemukan passion lain yang ada didalam dirinya. Sejak lulus dari bangku SMK dan mengenal dunia yang lebih luas, Azizah juga mengenal tentang dunia bisnis yang belum pernah ia tekuni sebelumnya.

Dunia bisnis digital marketing menjadi bisnis yang sedang ia tekuni sekarang. Berawal dari ketidaksangajaan menawarkan sebuah produk lewat internet dan mendapatkan banyak konsumen. Akhirnya ia mulai untuk memikirkan bagaimana melalui digital marketing ini bisnisnya akan terus berkembang.

Dengan memiliki prinsip yang sudah ia percayai, dari bulan ke bulan, tahun ke tahun bisnis nya mulai berjalan dengan lancar. Pertumbuhan omzet terus naik secara signifikan. Azizah selalu berfikir hal yang besar untuk mendapatkan hasil yang besar. Meski dalam perjalanan nya penuh dengan kegagalan, namun itu proses untuk mencapai kesuksesan.





Film Yowes Ben 2 tayang perdana pada Kamis, 14 Maret 2019. Film ini merupakan kelanjutan dari Film Yowes Ben pertama yang rilis pada tanggal 22 Februari 2018. Di film Yowes Ben 2 melanjutkan cerita tentang Bayu yang diperankan oleh Bayu Skak untuk meneruskan karir band music nya agar bisa sukses di industri music Indonesia.

Cerita di Yowes Ben 2 tidak jauh beda dengan film yang pertama. Film ini masih mengisahkan bagaimana perjuangan Bayu, Doni, Nando dan Yayan dalam membangun kesuksesan Yowes Ben. Dengan membawakan karakter sebagai anak muda yang memiliki semangat yang membara mereka bertekad untuk berusaha dan bekerja keras demi Yowes Ben.

Film yang bergenre family dan komedi ini mengemas apik bagaimana lika-liku kehidupan mereka dalam membangun perjalanan karir dalam industri music Indonesia. Dengan gaya komedi  anak jawa timuran film ini menjadi film yang sangat kental akan nuansa local Jawa Timur ditandai dengan logat dan bahasa yang digunakan adalah bahasa jawa timur yang sedikit kasar dan keras.

Di tengah kebingungan Bayu, Doni Nando dan Yayan dalam meneruskan karir Yowes Ben, tiba-tiba Bayu dan Doni ditawarin kontrak untuk menjadi grup band dan menjadi musisi terkenal di Bandung. Tanpa berfikir panjang Bayu dan teman-teman nya menyetujui dan berangkat ke Bandung. Namun pada saat mereka sampai di Bandung ternyata tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Konflik pada film ini terjadi saat Bayu masih tetap ingin melanjutkan kontrak namun Nando dan Yayan memutuskan untuk pergi dan pulang ke Malang.

Kepulangan Nando dan Yayan membuat Bayu berfikir bahwa ia tidak bisa egois dan harus mengutamakan kebersamaan mereka sebagai keluarga.



Siapa sih yang tidak suka bermain air? Hampir setiap orang pasti suka bermain air, apalagi sumber air tersebut terdapat di tempat alami, dikelilingi oleh perbukitan asri, dan siap membuat setiap mata yang memandang akan jatuh hati.

Tempat yang saya maksud bisa membuat setiap mata memandang akan jatuh hati adalah kampong wisata selopamioro yang menyediakan wahana wisata air yang siap untuk memanjakan wisatawan bermain dengan dengan perahu karet untuk menyisiri sungai oya.
Kampung wisata selopamioro itu diberi nama Selopamioro Adventure Park (SPAK). Objek Wisata Selopamioro Adventure berlokasi di Jetis, RT 04, Selopamioro, Daerah Istimewa Yogyakarta. Objek wisata ini menyediakan sarana perahu karet dan perahu kano yang disediakan untuk wisatawan yang ingin menikmati aliran air sungai oya yang tenang dan begitu jernih.

Tempat ini masih termasuk objek wisata baru dan belum banyak pengunjung yang datang. Masih sangat asri dengan perpaduan warna hijau bukit di kanan kiri dan air yang begitu jernih dengan warna biru terkadang juga terlihat hijau tosca.
Saya mengunjungi tempat ini di awal bulan Februari dimana cuaca pada saat itu sangat cerah dan air sungai nya begitu jernih. Untuk yang pertama saya mencoba untuk naik perahu karet dengan didampingin oleh petugas dari Selopamioro Adventure Park. Sebelum naik perahu tersebut wajib bagi para pengunjung untuk menggunakan pelampung dan helm demi keamanan selama berada di atas perahu.


Satu perahu bisa muat maksimal 5 orang. Pada kesempatan itu saya mengajak kakak-kakak saya untuk berlibur dan merasakan wisata air yang ada di Selopamioro. Melihat foto diatas orang pasti akan langsung jatuh hati dengan gradasi warna hijau tosca yang mewarnai sungai oya ini. Arus nya sangat tenang sehingga buat kamu yang mungkin sedikit takut dengan wahana air seperti ini tetap bisa menikmati dan pastinya tetap aman




Wahana selanjutnya saya mencoba untuk menaiki perahu kano. Berbeda dengan perahu karet, perahu ini hanya mampu menampung 3 orang saja, dan tenaga yang digunakan untuk mendayung juga lebih besar. Perahu kano juga memiliki space yang lebih sempit, sehingga membuat kaki terasa pegal. Setelah mencoba pakai kano saya lebih memilih perahu karet saja untuk menikmati wisata air di Selopamioro Adventure Park.

Untuk menikmati keindahan alam di Selopamioro Adventure Park kamu cukup mengeluarkan uang 5000 rupiah perorang untuk menaikki perahu karet maupun perahu kano yang sudah disediakan. Sangat murah kan? Liburan bulan ini jangan lupa untuk mampir ke Selopamioro Adventure Park, mumpung masi musim hujan jika aliran sungai oya nya deras dan lancer bisa untuk wahana rafting! Pasti akan lebih seru. So jangan lupa piknik supaya hidup tidak panic. Byeee~~





Narasumber: Yusuf Arifin (kumparan.com)
              
           Salah satu bagian terpenting dalam sebuah media ialah konten. Konten bagaikan sebuah nyawa atau ruh untuk media. Konten media bisa menjadi sebuah ciri atau karakteristik dari media tersebut. Media menggunakan konten untuk memperkenalkan isi, gagasan, dan cara pikir yang ingin disampaikan kepada pembaca.
            Dalam obrolan patjar yang diadakan oleh Patjar Merah pada Minggu (9/3) kemarin, membahas tentang salah satu topic mengenai perang konten di ranah digital dalam media online. Bagaimana media online hadir ditengah masyarakat dengan membawa konten-konten yang tetap relevan dan memiliki banyak pembaca ditengah era digital?
Yusuf Arifin salah satu narasumber yang hadir dari kumparan.com mengungkapkan bahwa menurut data Indonesian Digital Association pengguna online di Indonesia ditahun 2015 naik menjadi 118juta. Dengan data sebesar itu menurut Yusuf Arifin seharusnya konsekuensi pengakses media online seharusnya ikut naik, namun pada kenyataan nya justru menurun. Dalam kacamata Yusuf Arifin penurunan pengakses media online di Indonesia menurun karena mulai muncul nya media sosial yang mulai dikenal dan digunakan oleh masyarakat.
Kemunculan media sosial membuat otoritas kewartawanan diambil alih oleh mereka yang menggunakan media sosial dengan menceritakan apapun disekitar kita tanpa melakui proses kewartawanan. Hal ini yang membuat orang tidak lagi mengakses berita langsung dari media online, tetapi yang dilakukan adalah mereka melihat media sosial.
Yusuf Arifin mengungkapkan juga bahwa ciri dari media sosial ialah, ia bercerita tentang dirinya sendiri, bercerita tentang teman-teman, bercerita tentang interest, bercerita tentang keluarga. Maka jika tidak ada hal yang menyangkut persoalan diatas pembaca tidak mau masuk ke media online. Media online atau media apapun juga tidak mungkin bersikap seperti media sosial karena media online dan media lainnya bersifat umum tidak khusus seperti yang ada di media sosial.
Maka disinilah akan terjadi perang konten yang akan terjadi dalam media online. Saat media sosial sudah banyak menyajikan banyak informasi maka orang tidak akan lagi mengakses media online. Pembaca akan mau masuk ke media online hanya jika ada beberapa hal yang dapat menyangkut tentang dirinya.
Berdasarkan hal ini lah, media online harus menjadi media yang inklusif, yang bisa memberi ruang kepada siapapun untuk bisa masuk dengan tetap menjaga arwah atau marwah jurnalistik nya sekaligus  memberikan berita yang bisa menceritakan interest pembaca sehingga memberikan banyak ruang untuk masuk.