Showing posts with label Jordhie Beally Korua. Show all posts
Showing posts with label Jordhie Beally Korua. Show all posts

Pernah kau ibaratkanmu seperti Indonesia
Mungkin tepat untuk menggambarkan rupa
Jika benar kau menjadi Indonesia
Aku ingin menjadi pulau Jawa
Agar seluruh perhatianmu tertuju padaku saja

Sementara biarkan saja yang lain terabai
Merintih dalam gelap dan gertak gigi
Aku tak peduli
Dan akan pura-pura tuli
Asalkan pelukan hangatmu selalu untukku seorang diri

Namun, aku hanyalah seperti pulau Papua
Keberadaannya bagimu seperti tiada
Kuharap kau tidak mencariku adinda
Jika ku sudah diklaim negara tetangga
Karena gunung emas yang kupunya
Yang sebelumnya belum kau kira


     Lembar terakhir novel pendek telah usai dibaca oleh Saya di sore itu. Namun Saya memutuskan untuk tetap tinggal di perpustakaan yang tidak jauh dari tempat tinggalnya karena diluar rintik hujan tak berhenti menghujam tanah. 
     Saat Saya mengembalikan novel yang telah habis dibacanya ke sudut perpustakaan, ekor matanya tidak sengaja melihat satu buku dengan judul "Buku Saya". Karena penasaran buku itu mengandung unsur namanya, Saya lalu mengambil buku yang tebal dan sedikit berdebu itu lalu membawanya kembali ke tempat duduknya yang masih hangat karena telah didudukinya sedari pagi. Saya pun mulai membaca sekilas dan suka dengan buku itu karena sangat mirip dengan perjalanan hidupnya namun Saya tertegun dan terhenti di kalimat terakhir halaman 571 yang tertulis 
"Saya pun mulai membaca sekilas dan suka dengan buku itu karena sangat mirip dengan perjalanan hidupnya namun Saya tertegun dan terhenti di kalimat terakhir halaman 571."
Dengan sedikit ragu Saya lalu membuka lembar selanjutnya.
Thailand BMX Open C1 Suphanburi 2016
     Juara di balapan nasional, Asia, internasional hingga juara di Eropa. Rangking 4 Junior BMX race dunia pada musim 2016 diumur 17 tahun. Berlatih dengan juara dunia BMX race men elite. Itulah lawan terkuat dari satu-satunya pembalap junior Indonesia Jordhie Beally Korua pada kejuaran Thailand BMX Open C1 Suphanburi November 2016. Momen race ini adalah momen yang merubah hidupnya dan tak akan dilupakan oleh pembalap Indonesia ini.

     Jordhie Beally Korua yang lebih akrab dipanggil Billy ini lahir pada 24 Januari 1998 di Sentani, Jayapura. Beliau masuk SD pada umur 5 tahun tanpa lulus di TK terlebih dahulu. Disaat masuk SD ini orang tuanya membelikannnya sepeda roda 2 pertama dan mulai dari sini hobi bersepeda dari ayahnya diturunkan.

     Pada umurnya yang keenam Billy mengikuti lomba sepeda pertamanya di kota Jayapura. Lomba di kelas umur 6 tahun itu hanya diikuti oleh 8 pembalap saja. Saat lomba berlangsung Billy selalu memimpin di urutan depan begitu pun dengan laga final dia menjadi yang terdepan. Namun karena anak para panitia yang ikut berlomba tidak ada yang juara final kali itu diundur oleh mereka dengan menjadikan hari besok menjadi final sesungguhnya begitupun dengan kelas lainnya. Dihari esoknya hasilnya tak sama lagi, entah Billy hanya mengayuh santai sepedanya dan finish diurutan terakhir. 

     Selama rentang waktu SD hingga beliau lulus SMP, lomba sepeda yang diadakan di Jayapura tidak sampai 10 lomba diadakan. Beberapa kali juga dia memenangkan lomba balap sepeda yang didakan tersebut. Walaupun tak banyak lomba yang diadakan hingga SMP dia masih terus bersemangat untuk berlatih. Alasannya  karena dia ingin membawa Papua menjuarai PON (Pekan Olahraga Nasional) di cabang olah raga BMX race dan karena para seniornya selalu belum pernah melaju hingga PON dan hanya ikut meramaikan PraPON. 

Liga Pelajar BMX Adrenaline Park Surabaya 2012

     Setelah lulus SMP pada tahun 2012 Billy melanjutkan SMA di Surabaya dimana disana berada arena BMX terbaik se-Asia Tenggara. Dari sini karir BMX beliau dimulai. Billy lebih sering berlatih walaupun jarak yang harus ditempuh ke arena sekitar 11KM dan total 22KM untuk pulang pergi tiap harinya. Pulau Jawa lebih sering mengadakan lomba daripada di Papua, setiap bulan pasti selalu ada lomba diadakan. Namun kelas pulau Jawa memang lebih besar dapat dibilang kelas nasional karena di pulau Jawa lah tempat berkumpul atlet nasional. Hingga kelas 11 SMA Billy belum pernah sekalipun memenangkan lomba bahkan masuk babak finalpun tidak. Ketika awal kelas 12 SMA akhirnya dia berhasil meraih podium BMX nasional pertamanya di Yogyakarta dengan membawa nama Kabupaten Jayapura dalam kelas umur 15-16 tahun.

     Setelah beliau memenangkan lomba di Yogyakarta, Kabupaten Jayapura lalu membiayainya ke lomba BMX se Asia di Siak, Riau. Pada lomba tersebut Billy hanya mendapat juara 6 namun dari kekalahan ini Billy semakin keras untuk berlatih. Skill BMX beliau semakin meningkat namun nasib sial menimpa Billy terjatuh saat latihan dan mendapat luka yang cukup parah hingga tak bisa latihan BMX hingga sebulan. Setelah sembuh pun Billy masih sulit untuk beradaptasi kembali dan masih memiliki sedikit trauma, butuh waktu yang tidak sedikit untuk beradaptasi kembali. Lalu pada saat memasuki semester 2 kelas 12 SMA, Pihak sekolah melarang beliau untuk mengikuti lomba lagi dan fokus untuk mengikuti UASBN.

Thailand BMX Open Phayao 2015

     Seusai lulus SMA, Provinsi Papua merekrutnya dalam tim BMX PraPON Jawa Barat. Karena hal ini Beliau memutuskan untuk tidak berkuliah  dan fokus dulu hingga PON di ciamis pada tahun 2016. Pada  2015 Beliau memenangkan perlombaan internasional pertamanya di Pattaya Thailand dalam kelas Challenge men 17-18 tahun. Dilanjutkan pada bulan November beliau mendapat 2 emas lagi di Phayao, Thailand. Ditahun selanjutnya Billy mendapat lagi pundi-pundi emas di Sisatchanalai, Thailand pada bulan April. Dengan beberapa sertifikat tersebut Billy mendaftar kuliah ke salah satu universitas negeri di Yogyakarta dan karena telah masuk kuliah tersebut jadwal latihannya agak sedikit berkurang. Lalu pada PON 2016 di Ciamis Billy mendapat hasil yang kurang memuasakan.

     Tidak jauh setelah PON diadakan lomba internasional kembali di Thailand, Billypun ikut berpartisipasi dalam lomba ini. Kali ini Billy sudah naik ke kelas men junior dan walaupun membawa nama Papua ke Thailand, semua lawan tau kalo beliau berasal dari Indonesia. Disinilah Ranking 4 dunia Kevin Van Groenendaal ikut berpartispasi jauh-jauh dari Belanda, karena ibunya adalah warga negara Thailand. Pada kelas Men Junior ini lah para jagoan dari negara Asia lainnya seperti Jepang, Korea, Thailand hadir untuk menunjukkan taringnya. Berhadapan dengan jagoan negara lain Billy tetap bersemangat hingga saat pintu start berbunyi. Para pembalap lainya langsung melesat dan Kevin sudah melaju jauh di depan pembalap lainnya, Billy tertinggal jauh dibelakang. Nama Kevin selalu disebut oleh sang MC, pada lomba ini dialah pahlawan yang selalu menempati posisi pertama. Dari sini Billy sadar akan jauhnya perbandingan dirinya dengan kelas dunia. Billy merasa dirinya tak ada apa-apanya dan hanya pengisi kuota peserta saja.

     Lomba pada bulan November melawan rangking 4 dunia tersebut merupakan lomba terakhir Billy yang dibiayai Papua. Karena biaya yang cukup mahal disetiap lomba, Billy tidak pernah mengikuti lomba lagi. Sempat ada lomba internasional lagi dan Billy meminta bantuan dari Pihak kampus yang katanya akan mendukung diawal mendaftar kuliah dahulu, namun nyatanya pihak kampus seperti mencari-cari alasan agar tidak mengeluarkan biaya. 



Pic from Pinterest

     Setelah Captain Marvel dari Marvel Cinematic Universe dirilis ke layar lebar awal Maret lalu sekarang saatnya Captain Marvel dari DC Extended Universe atau yang lebih dikenal dengan nama Shazam memulai debutnya di layar lebar. Tenang saja anda tidak salah baca, dahulu DC memang menggunakan nama Captain Marvel pada karakter ini namun dituntut oleh Marvel dan akhirnya diganti menjadi Shazam. Namun apakah film ini dapat memberikan warna segar pada DC berikut membahasannya.

      Dalam film kali ini DC semakin meninggalkan image dark dalam ceritanya. Film DC kali ini lebih banyak mengandung unsur humor didalamnya dan kurang menonjolkan tragedi yang berlebihan. Seperti contoh tragedi dalam film Batman yang sangat dark.

     Uniknya Shazam yang dalam film ini yaitu Billy Batson diperankan oleh 2 orang  yaitu anak kecil (Asher Angel) dan orang dewasa (Zachary Levi). Zachary Levi sendiri cukup baik dalam memerankan sifat Shazam yang kekanak-kanakan dan tidak kelihatan lebay ataupun berlebihan. 

Pic from Pinterest

      Tidak seperti film superhero lainnya film Shazam tidak buang-buang waktu dengan prolog remeh yang mengada-ngada. Pembangunan set up cerita latar belakang karakter pahlawan dan villainpun cukup kuat dan rapih. Pembangunan karakter antagonis sangat baik dibuat sangat cerdik dan pendendam bernama Dr. Thaddeus Sivana (Mark Strong) seolah tidak pernah kehilangan pesonanya untuk tampil kuat dan berwibawa. Sangat berlawanan sekali dengan karakter Shazam yang terlalu kekanak-kanakan. Kelebihan dalam film ini terletak dalam hal tersebut, membangun pondasi kuat dalam jajaran karakternya. 

     Walaupun tidak sefrontal Deadpool dari Marvel, komedi Shazam memiliki timing yang tepat dan tak kalah lucu. Jika di Deadpool memiliki komedi yang menyinggung hal aneh dan kebiasaan para superhero contoh seperti superhero landing, Shazam juga memiliki komedi sekelas seperti itu contoh pada scene Shazam dan Dr. Thaddeus sedang melayang dan saling berbicara diketinggian gedung(cukup sampai sini penjelasan scenenya takutnya malah spoiler). Film ini pun dapat dinobatkan sebagai film terlucu dari DC Extended Universe.

Pic from Google
      Salah satu fakta selain Shazam dulunya bernama Captain Marvel ternyata pemeran Shazam Dewasa yaitu Zachary Levi dulunya telah bermain di dalam dua Film Thor karya MCU. Dalam film Thor, Levi berperan sebagai Fandral yang nyaris luput dari perhatian. Namun dalam film Shazam Levi dengan sangat ciamik berhasil memerankan karakter pahlawan ini.

     Terakhir, Shazam merupakan kombinasi yang berhasil menggabungkan komedi, drama, dan action yang dikemas dengan sangat terampil. Pada satu sisi film ini berhasil membangun kembali semangat jiwa anak-anak dalam diri setiap penonton dewasa. Sentuhan pada film ini juga sangat emosional dan membuat film ini sangat istimewa.
rate: 9/10

Judul Film: Shazam
Durasi: 132 menit
Sutradara: David F. Sandberg
Produser: Peter Safran
Penulis naskah: Henry Gayden, Darren Lemke
Pemeran: Zachary Levi, Asher Angel, Mark Strong, Jack Dylan Grazer, Djimon Honsou, Grace Fulton
Tanggal rilis: 3 April 2019 (Indonesia)
Spoiler : Hadouken!!! - Eugene Choi

Judul             : Mencuri Kreativitas Desainer
Penulis          : Raul Renanda
Penerbit        : Transmedia Pustaka
Kota Terbit   : Jakarta Selatan
Tahun Terbit : 2014
Cetakan        : Pertama
Tebal Buku   : 250 Halaman

     Desainer menurut sebagian besar merupakan orang yang terlahir kreatif, namun ternyata kekreatifan semua orang dapat dilatih. Melalui buku ini sang penulis Raul Renata akan memberikan bagaimana cara berfikir kreatif layaknya seorang desainer. Karena menurut Raul "Menjadi orang yang kreatif adalah sebuah keunikan yang positif.
     Buku ini secara garis besar memberikan gambaran awal, tentang bagaimana seorang desainer bekerja dan bagimana dengan cara tersebut seorang desainer dapat memberikan sebuah jawaban, dari tugas yang diberikan menjadi sesuatu yang istimewa. Keistimewaan inilah yang dibutuhkan dan dipercayakan oleh klien kepada desainer, dengan pola pikir yang sama, yang dapat diaplikasikan oleh orang non-desainer, untuk membantu menjawab persoalan-persoalan lainnya. Dalam berbisnis, dalam bekerja, atau bahkan  dalam meningkatkan kualitas dirinya.
     Buku ini sendiri hanya dicetak dalam tinta putih,hitam dan orange. Pada hampir setiap halaman juga dihiasi gambar ilustrasi sehingga para pembaca bisa lebih mudah untuk menerima maksud pesan yang tertulis juga tidak bosan dengan hanya melihat tulisan saja. Walapun gambar yang tersedia hanya berwarna hitam dan putih namun kesan monokrom dalam gambar menambah kesan tersendiri. 
     Buku ini bukan hanya saja cocok untuk desainer namun juga para pekerja dengan profesi lain seperti, pebisnis yang harus tetap kreatif untuk mengembangkan bisnisnya. Bahkan pekerjaan monoton seperti seorang akuntan sekalipun juga direkomendasikan membaca buku ini agar konsep kreatif desainerpun dapat diaplikasikan dalam pekerjaannya dan bisa mempunyai nilai plus dari akuntan lainnya.

Design is a way to solve a problem, beautifully - Raul Renanda


Foto : @localstandupday

     Tidak rugi diriku ini jauh - jauh ke Jakarta untuk menontoni Local Stand Up Day. Tahun ini acara Local Stand  Up Day bekerja sama dengan Standupindo untuk melaksanakan event Stand Up Comedy pada 15-16 Maret 2019. Acara ini dimeriahkan oleh sekitar 60 komika yang dibagi 30 penampil tiap harinya. Local Stand Up Day 2019 kali ini juga diramaikan oleh para founder komunitas Standupindo hingga situkang masak daging babi saus kurma. Kira - kira komika favoritmu tampil dihari keberapa?

       Mall Kuningan City yang terletak di Jakarta Selatan menjadi tempat diselenggarakan hajatan ini. Jika menggunakan ojek online hanya dipungut sekitar 30.000 rupiah saja dari Stasiun Pasar Senen. Lebih tepatnya diadakan di Ballroom Kuningan City lantai 7. Cukup lelah untuk naik hingga lantai 7 karena harus melalui eskalator dikarenakan lift yang tersedia hanya sampai di lantai 3. Saya sendiri lebih memilih melalui eskalator dari lantai 1 hingga lantai 7 sekalian lihat - lihat sedikit isi mall ini.

      Harga tiket untuk acara ini juga relatif. Tiket presale satu berkisar harga dari 250.000 hingga 750.000 rupiah dan tiket harga normal berkisar antara 300.000 hingga 900.000. Saya sendiri membeli tiket presale satu paling murah untuk dua hari. Walaupun duduk di deretan paling belakang untuk bisa dapat bangku cukup nyaman di barisan paling depan harus datang 1 jam lebih awal sebelum acara dimulai. Begitupun untuk mendapat tiket presale satu, saya sudah membeli tiket dari bulan Februari.

      Cukup murah perjalanan dari kota pelajar hingga ke kota metropolitan jika menggunakan kereta. Tiket kereta murah saya beli jauh-jauh hari sehingga saya masih mendapatkan kereta dengan tarif 98.000 rupiah untuk sekali jalan. Untuk pulang pergi Yogyakarta - Jakarta hanya diperlukan 196.000 rupiah belum termasuk kendaraan menuju ke stasiun.

     Acara dihari pertama walaupun hujan cukup deras dan harga takasi online melonjak hingga tiga kali lipat tidak sedikit pun mengurangi semangat saya untuk pergi ke acara ini. Saya pun nekat berangkat dengan ojek online walau sedikit kebasahan, yang terpenting dapat kursi nyaman.

     Dihari pertama acara dimulai jam 5 sore dipandu oleh MC Mukti Entut dan Yusril Fahriza dan dibuka oleh penampilan dari Marshel Widianto, Fajar Nugrah, Oki Rengga, Erwin, Yudha Keling. Setelah break Maghrib acara langsung dibuka dengan berdosa bersama di acara Ghibah Live yang dipandu oleh Arya Novrianus dan narasumber Adjisdoaibu selaku otak dibalik acara ini dan Uus. Lalu dilanjutkan dengan sesi Battle of Champion yang mengadu para juara Stand Up Comedy Akademi dan Stand Up Comedy Indonesia yaitu Cemen vs Indra Jegel, Aci Resti vs Ridwan Remin, yang terakhir Bintang Emon vs Popon Kerok. 

Foto : @localstandupday

     Selanjutnnya ada sesi Komika Khusus perempuan menampilkan Sindy Asta, Neneng Wulandari, Sakdiyah Ma'ruf dan ditutup oleh Musdilifah Basri, sayang sekali Arafah Rianti berhalangan hadir karena sakit. Dilanjutkan dengan sesi para lulusan SUCI Kompas TV ada Praz Teguh, David Nurbianto, Ardit Erwandha, Ge Pamungkas, Hifdzi Khoir dan Fico Fachriza. Lalu di sesi terakhir ada penampilan dari Muhadkly Acho, Abraham Tino, Rindradana, Uus dan ditutup oleh dua orang tertuduh penista agama Coki Pardede dan Tretan Muslim. Mereka berdua naik dengan menghambur-hamburkan uang diatas panggung dan sekaligus tampil berdua juga membawakan materi yang sebagian besar adalah dark joke.

      Tidak kalah menghibur dengan hari pertama Local Stand Up Day hari kedua awalnya dipandu oleh MC Wawan dan Bari setelah itu dibuka oleh para local heroes jakarta ada Tulus, Alif Baihaki, Falah Akbar, Topan , Duto lalu ditutup oleh komika nasional Heri Horeh. Satu jam sebelum Maghrib MC berganti dan dipandu oleh Mukti Entut dan Yusril Fahriza dan dimeriahkan oleh penampilan Anyun Cadel, Sadana Agung, Afif Xavi, Dono Pradana dan ditutup oleh Lolox. Setelah break Penampilan selanjutnya ada Wawan Cikuk, Arif Brata, Krisna Harefa, Rahmet Ababil, sesi ini ditutup oleh panmpilan Dicky Difie.

     Semakin malam acara ini semakin seru. Sesi kali ini diwarnai oleh penampilan para komika handal dan pastinya sangat lucu yaitu penampilan dari Adjisdoaibu, Iqbal Kutul, Awwe, Gilang Bhaskara, Abdel Achrian, Arief Didu, Bintang Bete, Boris Bokir lalu sesi ini ditutup dengan penampilan dari Jui Purwoto. 

Foto : @localstandupday

     Selanjutnya Sesi yang menurut saya paling lucu dan paling pecah yaitu Pernah WIT. Sesi ini diisi dengan para talent Waktu Indonesia Timur Net TV yang acaranya telah tutup karena kalah rating. Diramaikan oleh Abdur Arsyad, Ali Akbar, Arie Kriting, Ephy Sekuriti, Mamat Alkatiri, Obimesak, Reinold Lawalata juga Cantika GAC. Sangat disayangkan Yewen Papua tidak bisa ikut tampil di sesi ini karena suatu halangan namun tidak menurunkan kualitas komedi pada sesi ini. Penonton tiada henti untuk tertawa di setiap humor yang dilemparkan mulai dari blue jokes hingga dark Jokes.

Foto : @localstandupday

     Untuk Penutup Local Stand Up Day diisi dengan sesi The Founder Show. Absennya Raditya Dika Tidak mengurangi kelucuan disesi ini, apalagi disesi ini sang Maestro Stand Up Comedy dan juara SUCI Kompas TV season 1 Ryan Adriandhy tampil kembali setelah penampilan terakhirnya pada tahun 2014. Walaupun hanya Ryan yang tampil pada sesi ini Soleh Solihun yang memandu talk show ini bersama para founder Pandji Pragiwaksono, Isman HS dan Ernest Prakasa ditutup dengan komedi yang sangat rapi di akhir sesi.

     Local Stand Up Day mulai hari pertama hingga hari kedua semua penampil menunjukkan kebolehannya dengan berbagai warna Stand Up sungguh sangat lucu. Sangat beruntung bisa menonton acara ini secara langsung. Penonton pun dipaksa tertawa untuk dua hari full acara ini diselenggarakan. Semoga kedepannya acara seperti ini dapat diadakan berkala. Pandji juga bilang "Kalo gampang tersinggung jangan nonton stand up,pilihan komedi sekarang banyak di Indonesia pilih yang anda sukai saja. Nikmati saja yang lain masih banyak pilihan untuk tertawa". 


      Dihari Senin saya pulang ke Yogyakarta menggunakan kereta yang sama saat saya gunakan  untuk datang. Mau kasih info saja walaupun coklat panas dimanapun sudah memang enak namun coklat di restoran kereta api sangat spesial dan enak sekali, apalagi harganya yang cuma 10.000 (lebih murah dari coklat panas di cafe-cafe). Sekalian bisa nongkrong dan meluruskan kaki sebentar karena tertekuk terlalu lama di kursi kereta ekonomi. 
pic from pinterest

Patjar Merah adalah bazar buku yang diadakan di Yogyakarta pada tanggal 2-10 Maret 2019. Mungkin jika ingin lebih mengetahui tentang acara ini bisa cek di artikel-artikel lain di blog ini. Jika anda ingin membaca tulisan yang lebih berkualitas bisa baca artikel lainnya tapi jika ingin membaca sudut pandang yang berbeda boleh baca lebih lanjut.

Bagi penggemar dan pecinta buku di Yogyakarta mungkin festival Patjar Merah ini bagaikan surga. Dimana pada festival Patjar Merah ini tersedia sejuta buku dengan lebih dari delapan ribu judul dengan harga cukup murah, bukan hanya itu saja festival ini juga diramaikan dengan berbagai talkshow dan workshop yang dimeriahkan oleh penulis-penulis dan kreator handal Indonesia. Namun acara ini kurang menarik bagi saya yang merupakan orang yang jarang membaca. Walaupun begitu saya tetap pergi ke acara ini dengan harapan mungkin ada buku yang menarik atau membahas sesuai dengan hobi saya.

Saya pergi ke festival Patjar Merah pada hari Sabtu malam tanggal 9 Maret. Cukup ramai disana, mungkin sekitar lebih dari tiga ratus orang berada disana. Tersedia banyak sekali buku namun saya tidak menemukan buku yang sesuai dengan ketertarikan saya seperti kajian-kajian filmologi. Ada buku lain yang saya cari dan saya dapat di rak buku rekomendasi yaitu buku tentang fashion Pria cukup murah memang tetapi buku tersebut adalah cetakan tahun 2014 dimana jika diaplikasikan di Tahun 2019 ini sangat ketinggalan.

Karena tidak menemukan buku yang menarik saya memutuskan untuk pergi ke rak buku Agama ada sekitar empat rak dengan tumpukan yang cukup tinggi. Disini saya melihat hal yang menarik yaitu Sebagian besar buku yang tersedia adalah buku Agama Islam mungkin kurang dari 5% buku Agama selain Agama Islam. Memang Indonesia mayoritas masyarakatnya adalah pemeluk Agama Islam dan sangat baik juga diterapkan sampai ke rak buku diisi buku Agama mayoritas. Adapun beberapa buku Agama Kristen salah satunya yang berisi tentang Yesus memiliki anak kandung. wow..

Selanjutnya saya ingin membahas tentang toilet di Patjar Merah. Pada acara ini saya hanya menemukan satu toilet yaitu disebelah selatan gedung atau setelah pintu masuk jalan lurus sedikit lalu belok kiri. Awalnya saya mengira dengan jumlah pengunjung yang sangat banyak dan hanya toilet ini yang saya temukan kondisi toiletnya bakal jelek. Namun ternyata ekspetasi saya terlalu buruk. Tidak sesuai antara ekspetasi dan kenyataannya. Tolietnya tidak terlalu buruk, mungkin karena para pengunjung adalah orang-orang terliterasi baik dan jarang ada antrian di toilet ini mungkin juga karena pengunjung terlalu asik dengan acara dan mencari buku. 

Pengairan toilet ini lancar juga tersedia satu bak dan satu buah gayung warna hijau. Toiletnya juga menggunakan wc jongkok yang menurut penelitian lebih sehat dibandingkan toilet duduk. Toiletnya tidak banjir seperti toilet-toilet umum Indonesia lainnya. Didalamnya juga tercium bau kapur barus yang untuk mengurangi bau pesing. Namun ada satu hal yang kurang yaitu tidak adanya gantungan di dalam toilet. Ini tentu saja akan mempersulit orang yang membutuhkan gantungan di dalam toilet dan hanya bisa mengantisipasi dengan menggantung di gagang pintu. Walaupun begitu toilet ini sudah cukup layak untuk digunakan.

Beginilah salah satu contoh tulisan orang yang jarang membaca dan kepepet tenggat waktu. Sekian, terima kasih telah membaca sampai selesai.

Sedikit lebih beda lebih baik dari pada sedikit lebih baik -Pandji Pragiwaksono