Showing posts with label Dainty Dheanara. Show all posts
Showing posts with label Dainty Dheanara. Show all posts


Rabu (1/5) kampung Gedongkuning RW 01 Kelurahan Rejowinangun Yogyakarta merayakan datangnya bulan suci Ramadan. Warga RW01 sepakat untuk membuat gunungan yang nantinya akan di arak keliling kampong, lalu dirayah bersama-sama oleh warga sekitar. Setiap RT membuat satu gunungan yang mewakili RT tersebut. Moh. Sajad selaku ketua RW01 mengatakan “gunungan ini ada enam jumlahnya. Empat perwakilan dari tiap RT, satu perwakilan dari Masjid Yaumig. Dan satu gunungan perwakilan dari RW01. Tiap perwakilan dibebaskan untuk membuat tema gunungan, ya supaya lebih meriah”.
Gunungan dikumpulkan di Balai Panca RW01 terlebih dahulu sebelum diarak keliling kampung. Beberapa penampilan juga memeriahkan acara tersebut. Mulai dari penampilan anak-anak TPA Yaumig, Hadroh Yaumig, anak-anak TK RK Gedongkuning, dan acara ini ditutup dengan dangdut syari dari Septi Lolita setelah gunungan selesai dirayah.  Satu persatu penampilan disambut dengan meriah oleh warga sekitar.
Uniknya, kegiatan ini diselenggarakan dengan pakaian adat jawa. Mulai dari MC acara, pengusung gunungan, hingga para warga yang ikut memeriahkan acara tersebut. Ibu-ibu PKK dari tiap RT tak lupa untuk menyiapkan cemilan seperti  gorengan, jajanan pasar, teh panas dan nasi kucing untuk menjamu para warga yang memeriahkan kegiatan ini.
“saya senang, kegiatan ini terus dilaksanakan dari tahun ke tahun. Walaupun saya tidak menjalankan ibadah puasa, tapi saya ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ya saya bantu-bantu bikin gunungan, masak juga. Wong ini aja bikin gunungannya dirumah saya. Saya senang, malah rame jadinya” ungkap Ibu Aris selaku anggota PKK RW01.
Setelah gunungan diarak keliling kampong, gunungan langsung dirayah oleh seluruh warga. Walaupun berdesak-desakan tapi seluruh warga sangat antusias dengan kegiatan ini. Moh. Sajad mengungkapkan harapan dari kegiatan ini “supaya kita tetap nguri-uri kebudayaan jawa, meningkatkan swadaya masyarakat sehingga mampu saling menunjukkan potensinya maisng-masing. Berharap Ramadan tahun ini warga RW01 mendapatkan berkah, seperti yang digambarkan dari adanya gunungan ini.”



Perempuan berraambut pendek sebahu, berkacamata dan berpakaian casual ini memiliki jiwa berwirausaha yang tinggi. Ya, Dainty Dheanara namanya. Dainty lahir di Yogyakarta, 23 Agustus 1997. Anak terakhir dari 4 bersaudara yang sampai saat ini masih tinggal di Yogyakarta. Pendidikan yang saat ini Ia jalani yaitu berkuliah di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Ilmu Komunikasi. Namun sebelumnya, Dainty pernah bersekolah di TK Negeri 2 Kapas Yogyakarta, SD Kanisius Gayam Yogyakarta, SMP BOPKRI 1 Yogyakarta, dan SMA Banguntapan 1.
Rekan-rekan sekolah dan sepermainannya sangat memahami Dainty bahwa Ia adalah seorang perempuan yang meemiliki jiwa berwirausaha yang tinggi. Sejak SMP Dainty sudah mulai berjualan OnlineShop. Dari situlah awal mula Dainty memulai usahanya. Jatuh bangun sudah Ia alami, sampai pada akhirnya usaha OnlineShopnya ini berhenti ketika Dainty memasukk sekolah di bangku SMA.
Suatu kejadian yang membuat Dainty terus berwirausaha, Ia sempat ditipu pelanggannya dan mencapai kerugiaan jutaan rupiah. Hal tersebut tidak membuat Dainty patah semangat, justru ingin menambah usahanya kelak.
Selama bersekolah di bangku SMA Dainty hanya fokus belajar agar dapat memasuki perguruan tinggi negeri. Keinginan yang tinggi agar dapat memasuki PTN mampu dicapai oleh Dainty. Ia berhasil mendapatkan bangku di UNY melewati jalur SNMPTN.
Arys Sarsito bapak dari Dainty ini dikabarkan pensiun dari pekerjaannya. Hal ini membuat Dainty untuk membantu bapaknya. Setelah lulus SMA, Dainty bekerja di salah satu toko baju di Plaza Ambarukmo selama 3 bulan dan melanjutkan usaha OnlineShop nya.  Selama duduk di bangku perkuliahan, Ia terus mencoba berbagai macam usaha OnlineShopnya. Hingga saat ini KakiKaos menjadi brand milik Dainty yang sudah terkenal di Yogyakarta.




“dan, dan bila esok, datang kembali, seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda, dan..” suara Duta Sheila on7 itu menggelora didalam GOR UNY. Teriakan dan nyanyian-nyanyian menggema di dalam GOR UNY. Aku yang ikut menyanyi dan menikmati konser Romantic Tunes itu merasa sangat senang.
Beberapa sudut GOR terisi oleh Sheila gank dari beberapa kota, mereka menunjukan koreo yang kompak saat beberapa lagu dinyanyikan. Teman-teman disebelahku pun juga ikut bernyanyi dan berjoget mengikuti irama nada dari Sheila On7.
Salah seorang laki-laki tiba tiba memegang pundakku. Aku terkejut dan melihat kearahnya, namun karena keadaan yang gelap  wajahnya tak terlihat sama sekali. Tingginya sekitar 15cm diatasku, rambutnya yang ikal dan badannya bidang. Seperti tidak asing melihat bentuk tubuhnya. Tapi ku abaikan saja, dan lanjut menikmati konser itu.
“dug, tak dug dug, tak dug, tak dug dug..” suara drum dan bas itu menggetarkan dada ini. Suasana yang ramai dan penuh sesak itu membuatku semakin berkeringat. Karena suasana yang panas ini, beberapa penonton meminta panitia acara Romantic Tunes untuk menyemprotkan air ke arah penonton agar suasana lebih adem.
Tiba tiba byuuurr!... seember air membasahi tubuhku diatas ranjang ini, dan ternyata ibu membangunkanku. Pagi itu pukul 6.45 dan akupun terlambat untuk berangkat sekolah. Sampai-sampai aku mengingat satu hal “siapa ya laki-laki di mimpi itu”


Ijo Anget Anget
Judul buku : Ijo Anget Anget
Penulis : KomunitadS Blogger Angingmammiri
Penerbit : Gradien Mediatama
Tahun terbit : 2008, cetakan pertama
Panjang : 19cm
Lebar : 12,3cm
Tebal : 144 halaman

Buku Ijo Anget Anget karya Komunitas Blogger Angingmammiri ini merupakan salah satu buku yang ditulis bersama-sama oleh suatu komunitas . Buku yang berisi kumpulan dari pilihan terbaik lomba pengalaman  gokil dikemas dengan sampul buku yang menggambarkan salah satu pengalaman lucu dalam cerita buku tersebut. Warna dominan dark sampul buku ini hijau dan kuning keeputihan. Terdapat gambar perempuan yang sedang menginjak kotoran kerbau berwarna hijau, dan seekor kerbau berwarna coklat yang sedang tertawa. Warna tulisan dari buku ini berwarna hijau. Pada bagian pojok kanan bawah terdapat logo dari Kelompok Blogger Angingmammiri dan pada bagian pojok kanan atas terdapat logo dari penerbit. Buku ini menampung 15 tulisan yang ditulis berdasarkan pengalaman penulis. Namun kali ini, saya akan membahas salah satu tulisan dari buku ini yang berjudul Ijo Anget Anget
Beberapa waktu terakhir, aku sering bnaget ngeliat acara televisi yang berbau petualangan dan menjelajahi seluruh isi Indonesia. Sempat berpikir bahwa pekerjaan mereka, yaitu para host dan crew sangat enak sekali karena sama halnya seperti hobi yang dibayar. Selama menonton acara itu aku sembari berandai andai jikalau aku juga bida seperti mereka, tapi apalah dayaku, itu hanya angan angan yang sulit dicapai.
Tapi, tak lekang oleh waktu  tiba tiba kepala bagian di kantor aku bekerja memberiku kabar kalau aku harus pergi ke salah satu daerah di Sulawesi. Aku ditugaskan disana untuk mencari tau bagaimana kehidupan masyarskat disana. Kaget dong sayaaaaa, rasanya seperti mimpi didalam mimpi. Senaangnya bukan main, akhirnya yang saya inginkan selama ini dapat terrealisasikan. Yaaaps, hobi yang dibayar!
Sesudahnya sampai di salah  satu daerah di Sulawesi, aku dan rekan rekan team bergegas mencari penginapan. Kami berada di kota Malino, Kota yang memilikj suasana sejuk dan asri jauh dari polusi. Jalan jalanan dan kehidupan yang masih tradisional sangat terlihat sekali di kota ini. Setelah mencari penginapan, kami bergegas untuk menjalankan tugas. Selama perjalanan, pemandangan yang disuguhkan sangat cantik dan bersih.
Perjalanan terus djlakukan sesuai prosedur pekerjaan. Namun diteengah perjalanan, tiba tiba saya menginjak sesuatu yang lembek dan banyak. Dan ternyataaaaaaa  bener ijo anget anget tai keboooooo…
Karena terlalu bersemangat berjalan menyusuri desa desa dengan suasana yang sejuk, langkah kakiku ternyata menyalahi aturan sehingga menginjak hal yang tidak-tidak.

Kelebihan :
·         Bahasa dari buku ini mudah dipahami oleh anak muda
·         Ringan  dalam pembahasannya
·         Dalam satu buku terdapat 15 tulisan yang berbeda-beda sehingga tidak membuat jenuh para pembacanya
·         Beberapa tulisan menginspirasi pembaca

Kekurangan :
·         Gambar-gambar yang tertera tidak berwarna
·         Beberapa cetita bertele-tele

Kesimpulan :
Buku kumpulan pengalanan teman teman dari komunitas blogger Angibgmammiri membawa inspirasi.  Bermimpi untuk mendapatkan sesuatu memang tidak ada yang melanggar. Melihat keatas agar selalu optimis dalam menggapai mimpimu. Tetapi, lihatlah kebawah siapa tau nginjek ijo anget anget juga hahaha. Dainty Dheanara, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNY



Foxtrot Six merupakan film garapan Indonesia yang disutradari oleh Randy Korompis. Film bergenre action ini digadang-gadang menjadi film terbaik Indonesia yang setara dengan Hollywod, karena menjadi film pertama yang telah didukung CGI (teknologi Computer Graphics Interface) penuh.  Dengan modal besar yang dilimpahkan ke film aksi ini, tidak heran jika banyak deretan bintang papan atas Indonesia yang bergabung, yaitu Oka Antara, Rio Dewanto, Chicco Jericho, Arifin Putra, serta Julie Estelle. Dalam dialognya, film ini menggunakan bahasa Inggris, mengapa? Karenq, harapannya film ini mampu diterima di mancanegara dan ikut dalam filn festival.
Film laga aksi terbaru 2019 ini bercerita tentang kehidupan di Indonesia 12tahun yang akan datang. Dimana perubahan ikim yang akan menbuat ekonomi duniai terbalik. Saat itu dunia sedang mengalami ledakan penduduk besar-besaran, sehingga kebutuhan makanan eseorang lebih banyak dibandingan minyak sebagai komoditas paling berharga di dunia. Karena semakin banyaknya penduduk, maka bahan jpanganpun menjadi sulit di dapatkan.
Berita isu tersebut terdeengar hingga para pejabat tinggi bahkan salah satu Elite partai bernama PIRANAS yang memanfaatkan isu tersebut untuk membuat kekacauan. Namun, isu mengenai Elite partai itu juga terdengar hinggga pemerintah di Negara itu. Dan tanpa pikir panjang, pemerintah melakukan tindakan untuk menghadangnya. Semuanya dipersiapkan atas dasar tujuan-tujuan tertentu.
Saat itu ada seorang mantan marinir yang mendatangi suatu perusahaan untuk ikut bekerja di perusahaan terseebut, tetapi ternyata perusahaan itu bekerja sama dengan Elite partai yang akan menimbulkan kekacauan di Indonesia dengan isu yang sedang beredar. Seorang mantan marinir bernama Angga dipaksa bekerja sama dengan musuh lamanya bernama Wisnu. Ketika menjalankan tugasnya, Angga justru dibawa ke ruang bawah tanah, dan disana Ia bertemu dengan tunangannya yang sudah lama diberitakan mati. Dan saat itulah Angga tersadar bahwa Ia dijebak.
Mengetahui hal itu, Angga bergegas untuk menegakan keadilan dan kebenaran. Dibantu oleh ke 5 maantan marinir lainnya yaitu Oggi, Bara, Ethan, Tino dan Spech, Angga mulai menjalankan rencananya. Bersama-sama, keenam menemukan rencana jahat baru Piranas dan Wisnu: serangan Bendera Palsu untuk secara efektif menghapus semua Reformasi dan simpatisan mereka dalam genosida yang disetujui pemerintah secara nasional. Hanya dalam tiga hari, keenam has-beens harus bekerja sama, menemukan persaudaraan mereka yang telah lama hilang, menghentikan serangan Bendera Palsu di seluruh negeri, dan menyelamatkan jutaan nyawa, untuk satu tembakan terakhir untuk penebusan. Atau mati saat mencoba.
Setelah menyaksikan Foxtrot Six, penonton akan seperti disajikan tontonan ala Hollywood. Efek ini tidak terlepas dari dukungan yang diberikan oleh Mario Kassar sebagai Produser Eksekutif. Dalam kancah perfilman Hollywood, Kassar sempat tergabung dalam beberapa film Box Office, seperti Terminator 3: Rise of the MachinesBasic Instinct 2, dan Rambo.
Hasilnya, penonton akan dimanjakan dengan adegan baku hantam yang memacu adrenalin. Tidak hanya pertarungan biasa, semuanya tersusun rapi menjadi sebuah koreografi yang apik. Menggandeng Uwais Team, tim stunt bentukan Iko Uwais, tidak heran jika adegan aksi di Foxtrot Six tampil begitu memesona sekaligus menegangkan. 




Desa wisata Gunung Gono, Desa Banyubiru Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang merupakan salah satu destinasi wisata  yang akhir-akhir ini sedang banyak diperbincangkan oleh masyarakat Magelang dan sekitarnya. Destinasi utama dari desa wisata ini adalah Pasar Tradisi Lembah Merapi. Pasar ini hanya buka pada hari Minggu pukul 06.00 sampai dengan 11.00 WIB, yang berlokasi di puncak Gunung Gono. Uniknya, pasar ini memiliki konsep “tempoe doeloe” dengan model transaksi jual beli yang dilakukan dengan menggunakan “Dono” atau koin yang terbuat dari bambu. Untuk mendapatkan satu buah Dono, anda dapat menukarkannya dengan uang sejumlah dua ribu rupiah.


Berbagai macam makanan dan barang-barang yang diperjualbelikan sangat tradisional. Untuk makanan yang disajikan sangat beragam seperti ledre, jamu, soto batok, bubur, segala macam lauk pauk dan jajanan pasar lainnya. Sedangkan untuk barang-barang yang diperjualbelikan di pasar ini berupa mainan anak-anak jaman dahulu yang terbuat dari bambu, dan asesoris untuk kuda lumping. Permainan anak seperti becak mini, ayunan dan egrang disediakan dilokasi ini untuk memanjakan para pengunjungnya. Serta terdapat pula beberapa spot foto dan tempat untuk beristirahat.


Saat itu saya datang tepat pukul 05.45 WIB. Yaa, saya memang sengaja untuk dating lebih awal karena saya ingin menikmati sunrise dari puncak Gunung Gono. Dan beruntunglah saya mendapatkan beberapa menit sunrise sebelum tertutup mendung. Sembari menikmati sunrise, beberapa pedagang sudah mempersiapkan dagangannya dan beberapa sudah mulai menjajakan dagangannya. Saya pun segera pergi ke loket penukaran uang menjadi dono. Dengan sepuluh ribu rupiah, saya mendapatkan lima buah dono.
Dono pertama, saya gunakan untuk membeli lupis, cenil, dan ketan seharga dua dono atau setara dengan harga empat ribu rupiah. Dono selanjutnya saya belikan untuk membeli jamu dengan seharga dua dono atau setara dengan harga empat ribu rupiah. Dan satu dono terakhir saya gunakan untuk membeli mainan jaman dahulu yang terbuat dari bambu yang setara dengan harga dua ribu rupiah.


Beberapa tempat duduk yang disediakan untuk beristirahat juga dapat digunakan untuk menyantap makanan yang telah dibeli dengan dono. Tetapi, pengelola tetap menghimbau pengunjung untuk mengembalikan alat-alat makan yang sudah selesai digunakan kepada penjualnya. Dan untuk beberapa pengunjung yang ingin membawa makanannya pulang, di pasar ini juga disediakan keranjang yang terbuat dari bambu sebagai pengganti plastik. Sehingga, seluruh alat yang ada di pasar ini sangat tradisional dan tanpa penggunakan bahan plastik. Pembayaran menggunakan uang juga tidak diterima secara langsung oleh pedagang.


       
Tak hanya itu, salah satu yang menarik dari Pasar Tradisi Lembah Merapi ini adalah rumah Joglo atau yang disebut Pawon Mbah Uyut. Konsep dari desain Pawon Mbah Uyut ini sangat tradisional dan sesuai dengan tatanan rumah jaman dahulu. Terdapat dua kamar tidur yang dapat di sewakan untuk pengunjung, satu spot amben dan kursi kayu memanjang untuk tempat beristirahat, serta pawon atau dapur yang masih menggunakan tungku dan alat-alat yang tradisional. Tidak hanya itu, lantai yang ada dalam Pawon Mbah Uyut masih menggunakan tanah tanpa alas apapun. Seakan memang menyatu dengan alam. Rumah joglo atau Pawon Mbah Uyut yang masih terbuat dari kayu dan anyaman bambu atau gedhek menambah unsur tradisional yang menarik.
Dengan adanya Pawon Mbah Uyut dan adanya pasar tradisi Lembah Merapi ini menjadi salah satu bentuk dari nguri-uri budaya Jawa. Yang harapannya mampu menghidupkan kembali rumah kampung tradisional dan tradisi tempo dulu.