Judul Buku :
Tenung
Jumlah Halaman : 183 hlm
Tanggal Terbit : 29 Januari 2019
ISBN :
9786022203025
Penulis :
Dimas Tri Aditiyo dan Risa Saraswati
Penerbit :
Bukune
Berat :
0.180 kg
Panjang x Lebar : 19.5 cm x 14 cm
TENUNG
Buku
yang berjudul Tenung ini merupakan hasil buah pikiran dari penulis bergenre
horror ternama, yaitu Risa Saraswati dan ditemani oleh suaminya Dimas Tri
Aditiyo. Risa tak hanya dikenal sebagai penulis, ia juga merupakan penyanyi dan
mempunyai grup band dulunya. Adapun kelebihan lain yang dimiliki Risa yaitu,
kemampuan supranatural. Kemampuan supranatural yang dimilikinya membuat ia bisa
berkomunikasi dengan makhluk ghaib atau makhluk yang tak kasat mata. Dengan kemampuan
itu, dituangkannya kedalam sebuah tulisan-tulisan.
Selain
menulis buku Tenung, Risa juga sudah merilis beberapa buku sebelumnya seperti
Danur, Maddah, Rasuk, Hendrick, William, dan masih banyak lagi. Tidak asing
bukan mendengar kata ‘Danur’? ya tentu saja, Danur di angkat menjadi film layar lebar yang diperankan oleh artis
terkenal yaitu, Prilly Latuconsina. Yaps, Film Danur diangkat dari novel kisah
nyata yang ditulis Risa ini.
Buku
ini ditulis oleh Risa Saraswati dan Dimas Tri Aditiyo, sebagai sebuah
persembahan atas pernikahan mereka. Sama-sama punya latar belakang penulis
cerita misteri, keduanya mengemas drama fiksi ini dengan penuh teka-teki.
Tenung
menceritakan seorang gadis yang bernama Andira Kusumadewi, gadis polos yang
bisa tiba-tiba sangat kritis. Sehari-hari ia mengurusi ibunya yang
sakit-sakitan sembari menulis dan mengirim surat kepada seseorang yang tak
pernah ia temui sebelumnya, yang ia kenal hanya lewat rubrik majalah.
Melalui
surat-surat itu, Andira menuangkan segala keluh kesah hidupnya melalui sebuah
tulisan. Awalnya iya tak berharap banyak kepada laki-laki yang menjadi temannya
tersebut melalui surat. Ia hanya ingin didengar saja. Karena disekitarnya tak
ada yang bisa mendengarkan ceritanya, termasuk ibunya sendiri. Bahkan menurut
Andira, ibunya ini gila. Sudah gila, tiba-tiba jatuh sakit seperti mayat hidup.
Inilah yang diceritakan Andira kepada teman suratnya Fial, ya namanya Rahandi
Syafial.
Didalam
surat yang ditulis Andira untuk Fial, ia bercerita tentang hidupnya yang
benar-benar hancur seperti tak ada kebahagiaan yang menghampirinya. Sejak kecil
ia tidak pernah dapat kasih sayang oleh ibunya, yang melahirkannya. Menatap andira
pun enggan, apalagi berbicara pada Andira. Dan ibunya sering sekali pergi
dengan waktu yang cukup lama, lalu pulang kembali. Ia muak mendengar
orang-orang kampung membicarakan ibunya dan keluarganya. Menurut mereka, ibunya
adalah seorang pelacur. Ya, katanya Andira bersaudara tidak ada yang memiliki
wajah yang sama. Ia memiliki 3 saudara lainnya, dan setiap dari mereka tidak memiliki
bapak, termasuk Andira. Tak ada seorang ayah yang mengelilingi mereka.
Ia
hanya dekat dengan kakak perempuannya, dan juga kakek neneknya yang merawat
mereka sedari kecil. Namun ntah apa yang terjadi, kakak perempuanya pergi dari
rumah dan tak pernah kembali lagi sampai Andira tumbuh dewasa. Lalu kakek
neneknya meninggal dunia, tinggal ia dan ibunya saja. Ibunya yang sakit-sakitan,
menambah beban buat Andira. Setiap detik Andira berharap ibunya mati saja.
Mendengar
cerita dari surat-surat yang dikirim Andira tersebut membuat Fial iba dan juga
menawarkan diri untuk menjadi temannya dan menuangkan setiap keluh kesah Andira
kepadanya. Fial yang biasanya memberikan nasihat-nasihat melalui rubrik majalah,
sampai tak bisa berkata apa-apa mengenai cerita yang disampaikan Andira melalui
suratnya. Tentu saja ia memberikan nasihat kepada Andira, namun ia tetap merasa
merinding setiap membaca surat dari Andira. Feedback-nya, Fial pun menceritakan
kesehariannya kepada Andira.
Akhirnya
mereka nyaman satu sama lain, walaupun Cuma melewati surat saja. Fial pun
berjanji kepada Andira akan datang menemui Andira entah kapan nanti. Namun hal
tak terduga terjadi diantara mereka. Andira yang jatuh hati kepada Fial,
membuat Fial terkejut dan bingung harus bagaimana. Fial memutuskan untuk
menghilang sejenak dan tidak membalas surat-surat yang dikirim Andira. Andira
begitu putus asa karena kehilangan Fial yang menjadi tempat curhatnya.
Lalu
bak petir menyambar, ibu Andira meninggal dunia yang disebabkan Tenung yang
ditanamkan dalam tubuh ibunya oleh kakak laki-laki Andira. Ibunya dijadikan
tumbal oleh kakaknya agar mendapat kekayaan. Satu pesan terakhir dari ibunya
ialah, ibunya Andira yakin kalau ayah Andira akan datang menjemput Andira suatu
saat nanti.
Tentu
saja, perkataan ibunya benar. Tak habis duka yang diberikan atas kematian
ibunya, Andira harus menerima lagi kenyataan bahwa yang datang menemuinya
dirumah adalah Rahandi Syafial, ya itu Fial. Bukan hanya tempat curhatnya di
surat, ternyata Fial adalah ayah kandung Andira yang tak pernah kelihatan
batang hidungnya. Hati Andira hancur dan tidak bisa menerimanya. Termasuk Fial,
orang yang membuat ia nyaman ternyata anak nya sendiri.
Buku
ini sangat bagus untuk dinikmati. Tidak terlalu berat, namun benar-benar
menyajikan cerita yang sangat mendalam dan cukup complicated. Unsur mistisnya
dapat, dan juga kisah cinta beda arti yang dialami Andira dan Fial memberikan konflik
batin yang cukup dirasakan pembaca. Buku ini sangat saya rekomendasikan
teruntuk para pembaca yang menyukai genre horror atau misteri.
Selamat
menikmati!

0 comments:
Post a Comment