Citra Ulfa Dwi Yanti, yang lahir
di kota kecil Duri, 7 Agustus 1997. Seorang putri dari Ganda Sihombing dan
Delmainis yang sedang berkuliah di Jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Negeri
Yogyakarta. Seorang gadis manja berasal dari Riau, yang memilih untuk merantau
dan jauh dari keluarga dan orang tua hanya untuk menggapai cita-citanya di kota
orang. Yang berharap suatu saat nanti kerja keras dan segala pengorbanan terbayarkan
hanya dengan melihat kebahagiaan dari kedua orang tuanya.
Saat Citra masih duduk dibangku SMA, ia sangat menikmati
kesehariannya bersama teman-temannya dan juga keluarganya. Tak sulit menjangkau
apapun saat itu. Hidup senang dengan orang tua, membuat ia terpaku dan menolak
keluar dari zona nyamannya ini. Kenapa tidak? Disaat semua orang butuh proses
mendapatkan sesuatu, ia hanya tinggal meminta dan langsung diberi. Bahkan sudah
sebesar itu, duduk dibangku SMA pun masih belum membuatnya malu disuap saat
ingin makan. Benar-benar sangat dimanja oleh kedua orang tuanya.
Sekarang, mungkin terlihat biasa disaat kita melihat
anak-anak ABG yang tengah malam masih keluyuran diluar sana, entah apa tujuan
mereka. Namun dulu, asing sekali bagi Citra keluyuran diluar sana apalagi
sampai tengah malam. Jangan kan sampai tengah malam, jam 9 malam saja sudah
diingatkan untuk segera pulang dan maksimal sampai dirumah itu jam 10 malam. Kalau
lebih? Dijemput ditempat!
Begitulah orang tua yang berusaha menjaga anaknya dan
menjaga tetap didekatnya. Namun beda lagi saat masa perkuliahan tiba. Pro dan
kontra menyelimuti hati Citra pada saat itu. Antara harus berpisah dengan jarak
yang jauh, atau tetap menetap bersama orang tua. Hatinya tetap ingin berkuliah
di tanah jawa sana, namun dilain sisi ia tak mau pisah dengan orang tuanya. Baginya,
berpisah dengan orang tuanya ialah hal yang sangat mustahil untuk dijalankan. Terlebih
lagi, Citra anak yang manja dan masih disuap saat makan.
Saat itu benar-benar asing yang ia rasakan, mengapa? Kedua
orang tuanya bertengkar karena mempermasalahkan mau dibawa kemana sekolah anak
tercinta mereka. Sang ibu yang memilih mengalah dan mengikhlaskan anaknya untuk
merantau, dan sang ayah yang menolak keras akan keputusan tersebut. Butuh waktu
lama megambil keputusan besar itu.
Sebulan sebelum kelulusan SMA, akhirnya jawaban dari segala
perdebatan yang dilalui pun tiba. Yang pada awalnya sang ayah menolak keputusan
anaknya untuk melanjutkan studinya ke tanah jawa tepatnya di Yogyakarta,
akhirnya merestui Citra untuk melanjutkan cita-citanya. Drama pun dimulai.
Saat yang ditunggu-tunggu Citra akhirnya tiba. Mendaftar SBMPTN,
dan juga SM jalur Mandiri. Namun tuhan berkata lain, tak ada satupun nama Citra
yang keluar baik dari SBMPTN dan juga SM. Disitu mulai frustrasi, bagaimana
kalau ia tidak kuliah? Namun Citra sudah berjanji kepada sang ayah kalau
sesampainya di Jogja, harus membawa kabar baik! Itu yang selalu dalam pikiran
Citra dan Ibunya yang menemaninya ke Jogja untuk melakukan Ujian.
Lalu saat jadwalnya SM Mandiri Universitas Negeri
Yogyakarta, Citra memberanikan diri untuk ikut ujian dan berharap akan hasil
yang memuaskan. Hal yang diharapkan pun akhirnya terwujudkan. Ya, Citra
diterima di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Yogyakarta, tahun
angkatan 2016. Hasil yang keluar tersebut membuat kedua orang tuanya bahagia
dan juga sedih. Sedih karena harus melepas anak gadisnya untuk tinggal sendiri
tanpa ada mereka didekatnya.
3 tahun berlalu, kini seorang Citra tumbuh menjadi wanita
yang kuat dan tentunya bisa makan sendiri. Tanpa adanya orang tua didekatnya,
membuat ia menjadi pribadi yang lebih mandiri lagi dan bisa mengambil keputusan
sendiri. Di semester tua perkuliahan ini, ia berhasil sedikit demi sedikit
meringankan beban orang tua nya dalam masalah materi. Ia berharap suatu saat
nanti, kerja keras orang tua nya selama ini dapat terbayarkan dengan lulus nya
ia dari perguruan tinggi, dan mendapatkan pekerjaan yang sesuai hati dan
pikirannya.
“Karena sesungguhnya yang terasa berat, akan menjadi ringan apabila
dilakukan dengan HATI”
– Citra Ulfa Dwi Yanti,
2019.
0 comments:
Post a Comment