Judul buku : Backpacker KW : Ngider ke 7 Kota di
Prancis-Jerman
Pengarang : Brillianto K. Jaya
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit : 2017
Tebal buku : 161 Halaman
Pengalaman yang bukan KW
Buku Backpacker KW: Ngider ke 7 Kota di Prancis-Jerman merupakan buku
karya sang Executive Producer (EP)
stasiun televisi bernama Brillianto K. Jaya, ia lahir di Jakarta dan merupakan
lulusan Fakultas Sastra Universitas Indonesia (FSUI) jurusan bahasa Jerman dan
Fakultas Film dan Televisi (FFTV) Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan
penyutradaraan televisi. Karier televisinya berawal di ANTV sebagai production
assistance (PA), scriptwriter, dan naik menjadi seorang produser. Saat ini
ia menjadi Executive Producer (EP) di
Metro TV.
Selain menulis buku Backpacker KW: Ngider ke 7 Kota di
Prancis-Jerman, pria yang akrab disapa Brill ini pernah menulis Buku-buku
mengenai dunia televisi diantaranya adalah Broadcast
Undercover (2013), Belajar News
Anchor pada Najwa Sihab (2014), Mengikuti Jokowi dari Solo ke Istana: Kisah
Jurnalis Embadded (2015), Belajar Host dari Farhan dan Nico (2015), Produser TV
dari A sampai Z (2016), dan Kuliah
Jurusan Apa? Broadcasting.
Buku Backpacker KW: Ngider ke 7 Kota di Prancis-Jerman berisi cerita
perjalanan Brillianto K. Jaya menjelajahi negara Prancis dan Jerman yang sudah
lama ia inginkan dan ia tunggu selama 24 tahun,karena Brill dulunya berkuliah
di Sastra Jerman di Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang sekarang
Fakultas Ilmu Bahasa (hal v). Dalam
perjalanannya ke Prancis dan Jerman, Brill melewati beberapa hal yang unik dan menurutnya lucu, loket
pemeriksaan visa di bandara Paris “main asal tutup” yang membuatnya kaget, dan
harus berpindah ke loket lain (hal 12), di Bandara Charles de Gaulle dalam
monitor LCD kata ‘Jakarta’ masih menggunakan ejaan lama yakni ‘Djakarta’ dan
karena hal itu ia merasa di Prancis pada tahun 1960-an (hal 13), pintu WC yang
menggunakan nomor password untuk
menghindari yang bukan pelanggan restoran Brasserie u Printemps masuk ke WC
tersebut(hal 33), makam dari raja dan pahlawan-pahlawan yang tidak seperti
makam (hal 49), tiket masuk ke makam yang sekali bayar bisa berkunjung ke tiga
obyek wisata (hal 52), jika di indonesia buang air kecil membayar Rp. 1.000, di
stasiun paris membayar Rp. 15.000 (hal 69), berkeliling Jerman sepuasnya tanpa
harus membayar lagi dan satu tiket berlaku untuk 5 orang (hal 72), dan masih
banyak lagi hal unik yang terjadi selama di Jerman dan Paris.
Selain keunikan dan kelucuannya,
dalam buku tersebut terdapat berbagai
kisah tentang perbedaan Indonesia, Jerman, dan Prancis. Mall di Prancis sangat
disiplin dan tepat waktu karena saat sudah memasuki jam tutup, maka semuanya
akan tutup, beda dengan Indonesia yang belum waktunya untuk tutup tapi para
pedagangnya sudah mulai berbenah untuk tutup (hal 59). Selain itu pemerintah
Prancis dan Jerman menganjurkan para masyakarakatnya untuk membawa kendaraan
pribadi, namun kendaraan yang dimaksud adalah sepeda, karena untuk mengurangi
polusi dan kemacetan, pemerintah juga memberikan gaji tambahan untuk warganya
yang menggunakan sepeda ketika berangkat bekerja (hal 62), dan masih banyak
lagi beberapa perbedaan Indonesia, dan Jerman yang dituliskan melalui catatan
singkat (hal 127). Brillianto K. Jaya juga menyisipkan berbagai tips untuk para
pembaca bagaimana cara Backpacker, Melewati
berbagai hal yang terjadi ketika di negeri orang, dan banyak sekali pesan dan
tips yang disampaikan Brill.
Kelebihan dari buku Backpacker KW: Ngider ke 7 Kota di Prancis –
Jerman menurut saya adalah dari segi Cover buku yang berwarna berisikan
animasi-animasi yang simple, kemudian
kertas dari buku terlihat berwarna namun tidak terlalu banyak warna menjadikan
buku terlihat elegan, Buku ini juga
memiliki keterangan-keterangan orang yang terlibat dan yang berperan besar
dalam pembuatan buku ini. Penulis juga menggunakan kata-kata yang jenaka / lucu
sehingga cerita dalam buku ini tersisipi humor-humor yang membuat pembacanya
menjadi terhibur karena kalimat yang digunakan. Dibalik itu juga pesan dari buku
ini tersampaikan dengan jelas, tidak hanya cerita saja, pesan yang disampaikan
ada yang langsung ataupun tidak langsung, kemudian tips dan trik juga tersampaikan di buku ini bagaimana cara melalui
seluruh perjalanan di negeri orang dengan baik walaupun Brill pertama kali
untuk melakukan sebuah backpacker,
cocok untuk orang yang ingin belajar berkelana. Cerita dari buku ini juga disampaikan secara runtut dengan batasan setiap
pembahasan sehingga mengurangi kalimat yang berbelit.
Kekurangan dari buku ini adalah
dari bahan kertas yang tipis dan berwarna kuning sehingga mungkin dalam jangka
lama akan sedikit rapuh ataupun rusak dimakan usia, bahasa yang digunakan
adalah bahasa nonformal yang digunakan untuk bercerita ataupun bahasa
sehari-hari dan kata-katanya sedikit seperti kata lokal sehingga kurang
dipahami oleh orang dari daerah yang diluar jawa. Tebal dari cover buku juga
kurang bagus jadi mungkin ketika buku tidak tertata rapi makan akan banyak
kertas yang menekuk dan tidak lurus
lagi, mudah lecek.
Buku ini bermanfaat dan layak
dibaca untuk berbagai kalangan, terutama bagi orang yang ingin mencoba
pengalaman baru pergi keliling kota lain ataupun negara lain, karena didalamnya
ada berbagai tata cara dan bagaimana cara melalui setiap kendala dalam
perjalanan karena menggunakan dana yang pas-pasan. Dalam buku ini juga berisi
pesan bahwa setiap orang harus belajar tidak hanya dari buku pelajaran namun
pengalaman, Brill tidak hanya bercerita namun memberikan info yang sangat
penting agar saat pembaca ingin melakukan backpacker tidak tertipu oleh ketidaktahuan. Dan buku
ini mengajarkan untuk tidak mengeluh dalam melewati sesuatu, tetap lewati saja
dan nikmati perjalanannya.

0 comments:
Post a Comment