| foto : Asfpict |
Pada suatu masa,
ada kisah antara pemuda dan
pemudi di sudut kota, sang Pemuda bernama Brie dan si Pemudi
bernama Gitta, mereka adalah mahasiswa di sekolah favorit di Kota Vormiren.
Brie merupakan pemuda yang biasa namun ambisius, Gita adalah sosok wanita
cantik yang selalu menjaga diri dan hati karena banyak sekali Lelaki yang
tertarik padanya.
Brie dan Gitta
merupakan teman satu kelas yang jarang sekali mengobrol, bahkan dikelasnya
ketika para lelaki menggoda dan mendekati Gitta, Brie bukanlah salah satu dari
sekumpulan para lelaki yang melakukan hal itu kepada Gitta, karena meskipun
mereka satu kelas namun keduanya jarang berinteraksi.
Hingga pada tahun ke 2
mereka dalam satu kelas, mereka bercanda-canda dan Gitta pun terlihat sedang
kesal karena ia selalu dikait-kaitkan dengan seorang lelaki oleh
teman-temannya, namun Gitta selalu menolaknya, karena memang sebelumnya banyak
lelaki yang mendekati Gitta.
Pada suatu
percakapan Gitta dengan teman-temannya yang membahas tentang seorang Pria,
sambil menunggu kelas masuk, Brie mulai menyambung ke percakapan mereka dan
mengarah ke Gitta,
“Gitt, kamu tahu
artis cewek yang namanya Ralina?” tanya Brie ke Gitta
“Tau, kenapa
emangnya?” Gitta menjawab pertanyaan Brie
“Dia kan cantik,
terkenal, banyak yang deketin, tapi sampe sekarang gak laku-laku”, ucap Brie
Kemudian Gitta
yang mendengarkan hanya bingung,
“Lha terus kenapa
emangnya? saut Gitta kepada Brie
“Iya dia kan
punya banyak kelebihan tapi gak laku- laku, karna dia terlalu perfeksionis,
hati- hati nanti kamu kaya dia loh, hehehe ”, Brie berucap sambil bercanda
Kemudian Gitta
yang mendengar kalimat itu hanya terdiam,lalu tertawa sedikit sambil menatap
Brie, ternyata Gitta kesal dengan apa yang Brie ucapkan tadi, kemudian mereka
masuk kelas.
Didalam kelas,
Gitta sambil mendengarkan Guru menyampaikan pelajaran, ia tiba-tiba terfikirkan
oleh kalimat yang Brie ucapkan tadi didepan kelas,
“Bener juga ya
yang dibilang Brie” Gitta berucap dalam hati,
Dan selang
beberapa lamanya Gitta akhirnya dekat dengan seseorang yang gagah dan lebih tua
darinya, namun mereka terpisahkan oleh jarak karena Pria ini merupakan pelayar.
namun Gitta selalu galau dengannya karna Pria yang dekat dengannya jarang
sekali berkomunikasi dengan Gitta, bahkan dalam sehari hanya beberapa kali saja
berbalas chat, hingga Gitta pun sampai berkenalan dengan Pria yang tenar
seperti dirinya, Sang Pria itu pun suka dengan Gitta namun Gitta tidak begitu
merespon rasa suka Pria itu
Brie yang saat
itu sering bercengkrama dengan teman-temannya akhirnya berada dalam acara yang
sama dan mereka sering bermain bersama dengan teman-teman sebaya nya, meskipun
Gitta selalu kesal denga Brie jika ia mengingat apa yang dulu Brie katakan
kepada dirinya,
Hingga pada saat
mereka sedang bersama-sama, Brie iseng mengajak Gitta ke suatu tempat namun
tidak berdua saja, akhirnya mereka sering bersama-sama kemanapun dan Gitta
perlahan memahami karakter dari Brie yang ternyata peduli, dan merasa jika Brie
selalu menjaganya meskipun ia tak meminta.
Gitta yang
awalnya kesal dengan Brie lama-kelamaan kagum kepada Brie, namun ia tidak ingin
menunjukkan rasa kagumnya, dan ia memilih untuk pura-pura jual mahal ketika
diajak kemana-mana, meskipun Gitta sebenernya juga sedang suka dengan seseorang
dan mereka selalu chat-chatan, namun Seseorang itu tak seperti Brie yang selalu
peduli dan menjaga,
Hingga tiba-tiba
ketika mereka sedang menonton acara pagelaran bersama malam hari, Gitta tiba-tiba
ingin pulang, Brie merasa ada yang janggal saat itu karena saat Gitta sedang
melihat handphone, Gitta tiba-tiba hilang mood, dan ia berubah drastis,
“Ayo pulang, aku
ngantuk” ucap Gitta dengan perasaan tidak nyaman
Ternyata saat itu
Gitta sedang melihat status yang dibuat oleh orang yang ia suka, orang tersebut
ternyata sedang berada di kota yang sama dengan Gitta, namun ia tidak memberi
kabar ke Gitta, melihat hal itu ternyata Gitta merasa bahwa dirinya telah
dibohongi karena seseorang yang ia suka sebelumnya bilang kalau dirinya sedang
berada di kampung halamannya, dan jika sudah sampai di kota yang sama akan
mengajak Gitta bertemu, namun ternyata tidak.
Ketika Brie dan
Gitta sedang berjalan bersama menuju parkiran, Brie merasa dirinya seperti bersalah
ke Gitta,
“Kamu kenapa kok
tiba-tiba berubah minta pulang, maafin aku ya kalo itu salah aku” ucap Brie
dengan rasa bingung
“bukan kamu kok,
aku gak apa-apa”, jawab Brie
Kemudian mereka
sampai ke tempat parkir, tiba-tiba Brie berhadap-hadapan dengan Gitta
“Aku mau bilang
sesuatu, untuk sebuah mimpi” Brie bicara dengan lembut, Gitta hanya mengangguk
“Aku mau kita
bersama, temani aku menggapai mimpi-mimpiku bersama kamu” Brie mempertegas
kalimatnya
Gitta semakin
bingung karena sebelumnya ia juga sedang ada masalah,
“Kamu gak harus
jawab sekarang, kamu bisa pahami dulu gimana perilaku aku ke kamu sejak itu”
Brie menjelaskan sambil menatap mata Gitta,
“Iya aku mau
nenangin diri aku dulu, besok kalau ketemu aku langsung jawab”, Gitta dengan
lembut dan bimbangnya
Akhirnya mereka
berdua pulang menuju rumah masing-masing, di jalan Gitta menyadari jika
ternyata orang yang paling peduli ada didekatnya, dan ia merasa jika Brie orang
yang selalu ada untuknya, dan Gitta salah karena menyukai orang yang sebenarnya
tidak begitu peduli dengannya, dan ia kadang menghiraukan Brie yang sangat
peduli pada dirinya.
Ternyata dibalik rasa peduli dan menjaga adalah suatu
bentuk rasa cinta yang sesungguhnya, Brie melakukan itu.
“Makasih ya, aku
sadar, aku sekarang takut kehilangan perlakuanmu ke aku kaya biasanya” Gitta
mengirim pesan kepada Brie karena mereka belum sempat bertemu lagi.
0 comments:
Post a Comment